Review Buku Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam

img_20170221_221612

Ini mungkin sebuah resensi singkat. Tapi dapat juga hanya sebuah narasi pendek.

Ini tentang buku ‘Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam’ karangan Graham E. Fuller. Terjemahan dari buku aslinya A World Without Islam yang dirilis tahun 2010. DI indonesia buku ini diterbitkan Mizan. Cukup tebal, 403 halaman termasuk kata pengantar dan index.

Untuk sebuah buku pemikiran, buku ini unik. Membahas tentang semacam hipotesis bagaimana jika Islam tidak pernah ada. Apakah kondisi dunia akan sama seperti sekarang? Penulisnya mencoba membahas celah itu. Sekilas terlihat sebagai buku yang tendensius. Namun jika dibaca, logikanya masuk dan rasional. Tendensius? Ternyata tidak. Cukup berimbang saya rasa.

Jadi apa yang dibicarakan oleh buku ini? Dari awal buku ini membahas semacam review sejarah benturan Timur dan Barat sejak masa-masa awal. Bentuk konflik Timur dan Barat sudah jauh sebelum islam hadir. Siapa Barat? Yang saya tangkap Barat itu adalah Roma Latin dan Timur itu Konstantinopel. Lainnya menyebutkan Barat itu Katolik Roma dan Timur itu Kristen Ortodoks. Kedua entitas ini selalu berbenturan. Lima ratus tahun kemudian Islam muncul dan masuk menjadi kompetitor. Lalu kemudian berbagai peristiwa sejarah silih berganti dan menempatkan islam pada posisi yang selalu unik. Bagaimana sebenarnya Perang Salib terjadi dan apakah akan tetap ada “perang salib” jika Islam tidak ada? Kemudian hubungan Islam dengan Rusia, Cina dan India. Buku ini menempatkan bahwa konflik yang terjadi dengan 3 negara adidaya itu lebih bersifat entnik. Maksudnya jikapun islam tidak ada, konflik tersebut tetap akan terjadi.

Buku yang rumit sih. Memandang sebagian besar topiknya dari sisi yang benar-benar general. Tapi bagi saya ini semacam refreshing dari buku-buku textbook.

Begitu.

Advertisements

Setelah 2 tahun..

Entah apa yang bikin saya mengetikkan keyword ‘penulishijau.wordpress’ di google barusan. Tiba-tiba saja ingat saya punya blog ini.

Lebih 2 tahun dari postingan terakhir. Apakah postingan kali ini juga akan berjeda selama ini dengan postingan berikutnya? Who knows..

Time Flies..

2013 masih menjalani pendidikan Bedah Umum di Padang, dan sekarang telah memasuki semester ke 4 di BTKV. Bedah Jantung setiap hari, yang akhirnya saya buktikan memang GILA! Banyak yang bertanya, kenapa sih mau berurusan dengan bagian tubuh yang dekat-dekat nyawa. Salah sedikit, nyawa orang melayang. Entahlah, nanti saja saya jawab. Saat pendidikan ini sudah selesai. Biar saya juga tuntas merasakan bagaimana bidang ini sesusngguhnya.

Ah, kemampuan saya menulis mulai berkarat.

Nanti saja dilanjutnya. ICU mau disidak dulu…

 

Kamar Jaga PJT RSCM Lt. 2 ½  Jumat, 1 Januari 2016, 00.15 WIB

 

Mentoring

Suasana gelap karena pemadaman bergilir ini memang tidak nyaman. Namun karena baterai laptop saya masih terisi penuh, saya putuskan untuk menulis. Menumpahkan buncahan pikiran yang bergelayut di kepala..

Kebetulan saya baru pulang mengisi mentoring adik-adik saya dikampus. Kegiatan rutin setiap pekan. Sempat vakum selama 2 bulan terakhir karena libur ramadhan berbarengan dengan liburan semester. Otomatis baru tadi kami bisa berkumpul lagi.

Saya selalu nyaman berada dalam suasana mentoring tersebut. Durasi hanya 2-3 jam, namun sejujurnya, momen itu sangat padat nilai, padat rasa dan padat hikmah.

Menjadi mentor bagi mereka adalah sebuah amanah bagi saya. Mereka cerdas-cerdas, aktif dan  aktifis, antusias dan bersemangat. Meskipun terkadang ada yang mengantuk, namun saya paham, itu karena faktor kelelahan mereka karena sibuk dengan aktifitasnya. Memberikan sedikit ilmu atau berdiskusi dengan mereka semoga bias sedikit menambah khazanah keilmuan mereka, memotivasi mereka untuk lebih aktif, kontributif dan berprestasi, sekaligus juga membantu jika ada hal-hal yang menjadi masalah buat mereka. Bagi saya pribadi, pertemuan-pertemuan mentoring ini menjadi pelecut semangat untuk harus lebih baik dari waktu ke waktu dan tentunya harus upgrade dan update ilmu terus.

Saya juga ‘dilahirkan kembali’’ dikampus ini. Dididik oleh senior-senior dan mentor saya terdahulu. Namun saya ingin membuat adik-adik mentoring ini jauh lebih baik dari saya, jauh lebih baik dari bagaimana saya dibentuk dahulu.

Kami tidak berbicara dan bediskusi tentang hal-hal aneh. Kami fokus pada pengembangan karakter-karakter kokoh  bagaimana seorang muslim itu seharusnya.Bagaimana syiar islam lebih catchy dan tebar manfaat. Bagaimana kontribusi nagi khalayak banyak bias terwujud. Kadang bicara financial, bisnis, olahraga,macam-macam. Pokoknya, ini pertemuan full manfaat.

Belum lagi kenangan-kenangan indah selama mahasiswa dulu  yang selalu muncul ketika berada dikampus ini. Menjadi pengokoh semangat ketika sekarang sudah sangat terlalu sibuk dengan rutinitas harian.

Semoga pekan depan berkumpul lagi.

1/9/13        23.31 WIB

#AIshaAulia :)) (lagi)

Menjadi residen Bedah itu capek. Itu pasti. Tapi jadi residen Bedah abi-nya #AishaAulia itu pasti akan selalu menyenangkan.Begitulah. 🙂

Hari-hari ku mungkin tak akan sama lagi seperti dulu sebelum masuk dunia residen ini.Begitu saat #AishaAulia juga telah hadir. 

#AIshaAulia masih 2 bulan 27 hari. Tapi adanya dia dirumah, menanti dengan suara-suara tak jelasnya, tangisannya, ompolnya, ketawa-senyum gak jelasnya,sendawa abis mimiknya bikin kelelahan kegiatan residen itu tak ada apa-apanya. jadi angin lalu saja.

Mudah-mudahan akan selalu seperti ini…

Love u #AIshaAulia

Image

#AishaAulia

#AishaAulia

‘Resmi jadi Abi…’ mungkin ini tweet yang paling epic! yang pernah saya ketik di linimasa akun @bang_aul . dan hashtag #AishaAulia juga sudah dirilis.

Lazim anak-anak zaman sekarang adalah generasi online.Mungkin saja #AishaAulia suatu saat nanti bikin The Next Big Thing di dunia IT. Mungkin juga #AishaAulia akan berkutat di meja operasi atau bangsal-bangsal pasien seperti Abi dan Ummi-nya Tak tau, yang jelas ia akan selalu dikelilingi teknologi dan semoga termanfaatkan untuk bawa kebermanfaatan..

yang jelas hari-hari kedepan #AishaAulia akan hadir tak terpadamkan dalam aliran hidup kami.

..Image

Syok dan Tranfusi Darah

Syok dan Transfusi Darah

Tujuan Pembelajaran

  • Patofisiologi syok dan cedera reperfusi-iskemi
  • Beberapa jenis syok dan Prinsip serta prioritas Resusitasi
  • Monitoring yang tepat dan tujuan akhir resusitasi
  • Penggunaan darah dan produk-produk darah,keuntungan serta resiko tranfusi darah.

Syok sangat sering terjadi dan merupakan penyebab kematian terpenting pada pasien Bedah. Kematian dapat terjadi akibat syok yang berat atau akibat iskemia ringan dan reperfusi jaringan.

SYOK

Syok adalah keadaan rendahnya perfusi jaringan yang tidak mencukupi untuk respirasi sel yang normal. Akibat suplai oksigen dan glukosa yang rendah terjadi metabolisme anaerobik. Jika perfusi tidak segera dikembalikan, maka kematian sel dapat terjadi.

Patofiologi

Seluler

Terjadi metabolisme anaerob yang menghasilkan asam laktat, yang jika terakumulasi dapat memicu terjadinya asidosis metabolik. Ketika glukosa juga habis, terjadi kegagalan pompa Na/K pada membran sel dan organel intrasel. Kemudian terjadi autolisis dan zat-zat intraseluler dilepaskan ke aliran darah, termasuk Kalium. Continue reading

ANGIN DUDUK

ANGIN DUDUK 

by dr.Aulia Rahman

 

“Kena Angin Duduk”, ini istilah populer dimasyarakat yang berkaitan dengan sesuatu yang mengerikan, kematian. Saat sebuah kematian yang berlansung cepat – tak lebih dari 15-30 menit padahal sebelumnya kondisi seseorang baik-baik saja- sering dikatakan penyebab kematiannya adalah Angin Duduk. Apa sebenarnya Angin Duduk?

Asal muasal penggunaan istilah tidak begitu jelas. Angin Duduk hanya dideskripsikan oleh sebagian masyarakat sebagai penyakit yang menyerang tiba-tiba dengan keluhan paling sering adalah rasa yang sangat ‘berat’ didada dan dalam waktu singkat membuat penderita tidak sadarkan diri lalu berakhir dengan kematian. Karena istilah ‘angin’ ini,sering dibayangkan berupa ‘angin’ yang tiba-tiba masuk ke tubuh saat beristirahat dan membunuh orang tersebut dengan cepat.

Jika ditelusuri berdasarkan gejala-gejala yang muncul, istilah Angin Duduk ini sebenarnya adalah serangan Sindrom Koroner Akut dengan gejala utama yaitu nyeri dada tiba-tiba (angina pectoris) yang berlokasi di sekitar tulang dada atau dada kiri dan terasa seperti ditekan, ditindih benda berat, terbakar atau dipelintir yang juga dirasakan menjalar ke pundak, bahu kiri, lengan kiri atau terkadang terasa menjalar sampai ke rahang bawah. Biasanya disertai sulit bernapas, muntah, mual, keringat dingin dan rasa cemas yang teramat sangat. Kadang ada yang  diawali rasa tidak nyaman saja di dada lalu dengan cepat berkembang menjadi gejala seperti yang disebutkan diatas

Serangan penyakit ini berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah jantung yang disebut arteri koroner. Penyumbatan terjadi akibat lepasnya kepingan plak (thrombus) yang kemudian secara tiba-tiba menyumbat aliran darah arteri koroner yang memberi makan dan oksigen bagi otot jantung. Tanpa suplai makanan dan oksigen, otot jantung akan rusak (infark) dan tentunya tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyuplai darah yang mengandung oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh. Dalam kondisi yang sangat berat, kejadian ini dapat berlansung cepat antara 15-30 dan sangat mungkin berakhir dengan kematian.

Adanya plak, penyempitan pembuluh darah jantung lalu kemudian sumbatan ini dapat dikaitkan dengan beberapa factor resiko diantaranya usia dewasa sampai tua, obesitas atau kegemukan, merokok, penyakit gula, pola makan yang salah dan kurang berolahraga.

Bagaimana Mencegahnya?

Jika sudah terjadi, memang sulit untuk mendapatkan pertolongan maksimal. Dikarenakan serangan dari penyakit itu sendiri yang berlansung cepat, pasien yang tidak menyangka sebelumnya, lambat dibawa ke Rumah Sakit dan faktor masih kurang lengkapnya fasilitas Rumah Sakit –terutama di daerah- untuk penanganan kasus seperti ini. Hal ini meningkatkan resiko kematian pada orang yang mendapt serangan ‘Angin Duduk’ ini.

Namun kita berusaha untuk mencegahnya sedini mungkin. Mulai dari melakukan General Check Up untuk mengetahui status terbaru tentang kesehatan tubuh kita, rutin berolah raga, konsumsi dan pola makan yang sehat terutama yang rendah kolesterol, menghindari atau paling tidak mengontrol tingkat stress, hindari alkohol dan rokok dan menjaga ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT. Ini dapat segera dilakukan.

Nah, sekarang kita mulai paham apa itu Angin Duduk. Sama sekali bukan Masuk Angin atau penyakit yang berkaitan dengan angin. Waspadai dan cegah mulai dari sekarang.