entri baru…


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Bismillah..
Jika pasien sangat ingin mengetahui dan mendesak  dokter untuk menjelaskan apa penyakitnya dalam waktu singkat,sedangkan dokternya belum punya penjelasan yang memadai sebelum dilakukan pemeriksaan penunjang,kira-kira apa yang akan terjadi?…..
Rasanya cukup sering saya mengalami kondisi seperti itu.Pasien-pasien yang tipenya seperti itu paling bisa memancing emosi.Tidak jarang dalam kondisi gawat darurat pun,pasien masih sempat-sempatnya nanya apa penyakitnya,alih-alih berdoa.Keluarga pasien pun seringnya malah ikut-ikutan.Dan dengan sukses,dokter pun meledak emosinya!!
Tapi,jika kita berbicara dari sudut pandang pasien,berposisi sebagai pasien,kondisi seperti itu rasanya rasional saja.Seorang pasien yang ingin mengetahui apa penyakitnya,sehingga dia dapat membuat kesimpulan sendiri apakah dia akan sembuh atau tidak.Kesimpulan sendiri?betul,kesimpulan sendiri,sebelum sang dokter menjelaskan dengan professional explanation-nya.Kesimpulan itu tergantung dari tingkat pengetahuan pasien sendiri.
            Contohnya begini,saat diberikan jawaban awal tentang kondisi demam seorang anak,yang bunyinya,”ibu,anak ibu kemungkinan demam karena infeksi virus..”.Zeeeppp!secepat itu pula sang ibu menerawang pikirannya dan menarik semua pengetahuan serta memorinya tentang kata ‘virus’.lalu muncullah berbagai pemikiran mulai dari yang biasa-biasa saja sampai kepada yang ekstrim sekali.Biasanya ibu tersebut lansung panik dan jika tidak diimbangi dengan cara dan metode penjelasan yang pas oleh dokter,kesimpulan pribadi inilah yang akan dibawamnya pulang.Kacau…..
            Kasus lainnya begini,ketika seorang pasien diperiksa dan diberikan kesimpulan awal oleh dokter bahwa penyakitnya adalah sebuah tumor atau pembengkakan kelenjar misalnya dan dokter menganjurkan untuk menjalani pemeriksaan penunjang untuk mendapatkan diagnosa yang lebih pasti.Namun pasien dengan kesimpulannya sendiri dan ditambah pula kreatifitasnya menggali info diinternet tentang sebuah tumor akan membuat proses pemeriksaan lanjutan dan kesembuhan terganggu dan bukan tidak mungkin secara psikosomatis akan muncul keluhan lain yang nantinya akan berputar-putar seperti lingkaran setan.Dalam kasus ini kita singkirkan dulu sementara kualitas penjelasan yang diberikan oleh dokter.
           
            Yaa,begitulah pasien,mereka tidak siap menjadi seorang pasien karena mereka tidak pernah dididik untuk jadi pasien,tapi seorang dokter memang dididik untuk menjadi dokter dan harus siap dengan kondisi seperti itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s