Dokter dan Uang..(Tulisan lama.1,5tahun yang lalu)

Selintas ide saat sahur lebih awal.

.
        Menjadikan profesi dokter sebagai sandaran hidup..mm..entah kenapa ini cukup mengganguku beberapa waktu belakangan.Jadi teringat beberapa bulan yang lalu,saya pernah membaca sebuah artikel di eramuslim dotcom.ceritanya tentang perbandingan konsep kedokteran timur dan barat,kondisi dunia medis kesehatan masa sekarang dengan padanannya dimasa lampau..disana disebutkan kalau paradigma pelayanan medis jaman sekarang sudah banyak melenceng..to the point aja,duit punya pengaruh besar disini! Pelayanan medis dan kesehatan selayaknya jadi pekerjaan moral yang seharusnya lepas sama sekali dari unsur komersialisasi.Karena ini pekerjaan mulia,pekerjaan suci…Menjadi fasilitator anugerah kesembuhan dan kesehatan dari Sang Pencipta pada ciptaanNya tentunya sebuah pekerjaan teramat sangat penting dan elit,kesempatan langka dan sebuah kemuliaan..Lalu menjadikannya sebagai lahan mata pencaharian,sebagai sumber finansial kita,menjadi mesin uang kita,apakah kita akan sanggup mempertahankn kesucian pekerjaan ini?Naah,itu hal yang mengganggu saya belakangan ini..
      Naah,sebuah solusi kecil yang mungkn bs menjadi salah satu alternatifnya adalah kita-kalangan mendis- mesti punya sebuah sandaran ekonomi yang mapan.Punya mesin uang diluarsana dimana kita ga’ perlu khawatir lagi mau hidup darimana..Setidaknya kekuatan finansial kita bagus tanpa harus menggantungkan pada penghasilan dari profesi medis kita..Ga akan bisa kita pungkiri bahwa kt butuh kemapanan finansial untuk eksis dan menunjang aktfitas hidup kita yang lain.Namun mencampuradukkannya dengan keinginan untuk memurnikan atau mempertahankan nilai-nilai mulia profesi medis sangat beresiko..Saya punya gambaran sederhana seorang dokter yang juga punya sebuah toko atau restoran franchise.Toko atau restorannya dijalankan oleh orang lain,dia tinggal nunggu laporan aja..Skali-skali ngunjungi restorannya,skali-skali juga m’traktir sejawat atau bahkan pasiennya disana..Haha..Tanpa perlu dikejar-kejar setoran dari penghasilan sebagai dokternya..pasien terlayani dengan baik tanpa perlu mikir pasien ini sanggup bayar ato enggak..Toh,pundi-pundi duit kit tetap berisi kok..Saya membayangkan,akan lebih sering kita menggratiskan biaya berobat,biaya visite,atau bahkan jasa operasi..Fiuuuuhh…Subhanallah..
           Satu hal lagi,ini mungkin bisa jadi salah satu solusi sederhana untmuk menangkal begitu mautnya rayuan para agen2 obat dari perusahaan-perusahaan farmasi. Kalo dengar cerita-cerita dari senior-senior,r asanya sulit untuk mempertahankan idealisme saat sudah berhadapan dengan tawaran-tawaran mereka.dan dari sudut pandang saya yang kuarng pengalaman ini,adanya kemapanan finansial diluar profesi kita sebagai dokter,akan membuat kita punya kekebalan lebih untuk menolak tawaran-tawaran beracun tersebut dan mendahulukan kemudahan bagi pasien dalam hal biaya obat..(baca:obat generik).membuat kita tidak akan berpikir 2 kali untuk menidakkan rayuan bonus-bonus,yang notabene kita memindahkan beban pembiayaan itu ke pasien atau negara..semoga..
          Beberapa kali saya pernah membicarakn ini dengan kawan-kawan.Tanggapannya beda-beda.Sebagian bilang,masalah memurnikan profesi dokter dan medis lain ini tergantung orangnya,tergantung siapa dokternya. Man behind the Gun kata orang..Betul juga sih.Tetapi kalo kita bisa memastikan salah satu faktor esential -finansial- tadi,tentunya lebih baik kan..
          Saya kenal beberapa orang sejawat atau calon sejawat yang sudah punya kemapanan finansial secara mandiri. Namun saya tidak tau apa punya landasan yang sama.Saya sih berharapnya begitu..
Saya bukan orang latah ngomongin soal kemapanan finansial karena baru baca bukunya Kiyosaki..haha..bahkan saya sama sekali belum pernah baca bukunya. Saya cuma tau kalo duit itu penting,meskipun bukan yang paling penting.saya tau kalo dokter dan tenaga medis lain itu pekerjaan yang mulia. Dan saya tau saya ingin dua-duanya terwujudkan,tanpa tercampuradukkan satu sama lain…Dan inilah konsep saya…
          Ini sebuah lintasan ide..dan semoga ALLAH memudahkan jika ini adalah jalan yang benar…
dihadapan sepiring

mie rebus&air putih,pasar raya, 4 september 09,pkl 02.30 WIB.

3 thoughts on “Dokter dan Uang..(Tulisan lama.1,5tahun yang lalu)

  1. Assalamu'alaikum…
    at the first time… baca blognya bg aul…

    sepakat…
    walau jadi tenaga medis, bakat jadi enterpreneur jangan dilupakan…
    kyknya, odoy-corp investasi masa depan nih…
    afwan belum pernah beli… mahhhaaaalll…

    keep writing bg… keep hamasah…

  2. Assalamu'alaikum,
    Semoga dokter-dokter muslim yang memang ber-Islam diberi Allah rezeki yang melimpah sehingga bisa menebarkan kemudahan untuk semua yang membutuhkan.

    Izin link blognya bang..Jzk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s