Sakit itu Gak Enak

Sakit itu gak enak. Seriously.

Ada saat-saat tertentu yang membuat kita ‘dipaksa’ berkontemplasi.Sakit salah satunya.Orang yang tak biasa sakit, lalu sakit, biasanya segera mikir, ’kok bisa sakit ya?’. Atau ‘ada yang salah nih kemarin-kemarin,sampe sakit begini’. Atau lagi, ‘Cukup sekali,besok-besok gak boleh lagi’. Begitulah.Ada mekanisme otomatis yang membuat kita berpikir there is something wrong.

 Buat saya, sakit memang jadi sarana ‘penting’ untuk kontemplasi lalu evaluasi diri,bahwa ada sesuatu yang salah. Bahwa ada sesuatu yang mungkin berlebihan, atau mungkin kekurangan.Tak pas takarannya. Ada aktifitas yang tubuh – dan jiwa – tak kuat memikulnya. Sehingga ia mengeluh, berontak dan ‘memaksa ‘ istirahat. Terus memaksanya untuk bekerja adalah sebuah tindakan tak bijak.Terkadang bodoh. Atau memanipulasinya dengan berbagai macam manipulator berbentuk suplemen siap saji –yang membuat seketika segar bugar -,adalah bentuk ketidak becusan kita menjaga tubuh dan jiwa. Jangan heran, jika suatu saat tubuh ini tak mau dikendalikan lagi.

Semua punya hak.Pun begitu dengan tubuh dan jiwa.Sakit adalah alarmnya.Pertanda bahwa haknya belum tertunaikan.Atau sudah tertunaikan, namun dibebankan pula kewajiban yang berlebih.Tak seimbang.Tak sejalan.Berikanlah hak tubuh dan jiwa,dan jangan paksa ia jauh dari apa yang dimampuinya.

Begitulah,kawan.Saya melihat sakit itu sangat sederhana.Harusnya solusinya juga sederhana.Namun,entah kenapa tak selalu begitu….

Di Kamar,09.13 WIB,sambil terbatuk-batuk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s