Ouuuchhh!! Terkilir….

TERKILIR DAN BAGAIMANA PENANGANANNYA

oleh dr.Aulia Rahman

“aduuuuhh..!!” | “kenapa?kenapa?”| aduuh,! Tadi ada lubang,gak keliatan..kayaknya kakiku terkilir nih” | “Sakit??” | “Iya,sakit sekali.Gerak dikit tambah sakit.Mulai bengkak keliatannya..”| *sedih*

Terkilir. Istilah yang sangat lazim kita dengar. Setiap orang mungkin punya pengalaman terkilir.Namun,apa sebenarnya yang dimaksud ‘terkilir’ ini? Mari kita bahas.

Cedera Alat Gerak

Manusia memiliki dua kelompokan alat gerak (ekstremitas) yaitu alat gerak atas yang terdiri dari lengan atas, lengan bawah dan tangan, dan alat gerak bawah yang terdiri dari tungkai atas, tungkai bawah dan kaki. Secara awam, kita dapat mengatakan alat gerak itu adalah tangan dan kaki saja, meskipun dalam istilah medis ‘tangan’ dan ‘kaki’ ini hanya bagian ujung dari  alat gerak atas dan bawah.

Alat gerak manusia ini rawan sekali terkena cedera. Apalagi dengan mobilitas manusia yang semakin tinggi dari hari ke hari. Cedera ini  dapat kita kelompokkan menjadi dua  yaitu fraktur (patah) dan cedera pada sendi.Nah, terkilir atau keseleo masuk kedalam kelompokan cedera pada sendi ini.

Terkilir sebenarnya adalah istilah umum untuk cedera pada sendi. Terkilir atau keseleo merupakan cedera yang terjadi pada ligament (penyambung antar tulang pada sendi) , tendon (bagian otot yang menempel pada tulang) atau otot itu sendiri. Cederany dapat mengenai masing-masingnya atau bersamaan. Derajatnya pun berbeda-beda mulai dari yang ringan sampai pada cedera yang sangat berat.

Cedera ini bisanya terjadi saat beraktifitas, terutama saat berolahraga.Saat terjadi cedera,ligament teregang melebihi kapasitasnya dan bahkan sampai robek.             Keluhan yang dirasakan antara lain  nyeri, bengkak, memar dan sulit untuk bergerak seperti biasa. Jika terjadi di sendi alat gerak bawah terkadang sulit untuk menahan bobot badan. Sehingga kita otomatis jadi terpincang-pincang atau berjinjit.

Jika regangan ini ringan, maka keluhan yang dirasakan sebatas nyeri ringan sampai sedang dan sedikit bengkak. Namun jika regangan kuat, maka ligament dapat robek dengan keluhan nyeri yang hebat, pembengkakan, dan disertai memar yang tampak jelas.

Lokasi yang paling sering terkena adalah ankle atau pergelangan kaki. Menyusul kemudian lutut,pergelangan tangan dan siku.

Bagaimana penangannya?

Pada dasarnya ligament yang cedera  memiliki kemampuan untuk sembuh sendiri.Namun ligament yang menyembuh, tidak memiliki kekuatan yang persis sama dengan ligament (normal) sebelum cedera. Kualitas penyembuhan ligament ini sangat bergantung pada cara penanganan,terutama penangan awal cedera.

Untuk itu,maka dibuat semacam istilah yang memudahkan orang untuk mengingat prinsip penanganan cedera yaitu “RICE”.

RICE merupakan akronim dari Rest, Ice, Compress dan Elevation.Mari kita lihat pejelasannya.

  1. Rest (Istirahat) dengan cara segera menghendtikan aktifitas dan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera atau terkilir.
  2. Ice (Es) dengan cara pemberian kompres dingin dengan menggunakan es baru selama 10-15 menit pada lokasi cedera. Dapat diulang beberapa. Jangan terlalu lama,karena justru dapat lebih memperburuk cedera.
  3. Compress (pembebatan) sendi atau lokasi cedera  dibalut dengan perban elastic dengan tekanan balutan yang tepat dan tidak mengganggu sirkulasi darah.
  4. Elevation (ditinggikan ) bagian tubuh yang cedera ditinggikan dari jantung agar membantu mengurangi pembengkakan.

Nah,dengan adanya prinsip RICE ini kita dapat melakukan pertolongan pertama pada kasus terkilir ini. Pemberian obat pereda nyeri juga dapat dilakukan berupa obat makan atau obat oles berupa  gel. Namun perlu diperhatikan,bahwa untuk cedera yang berat,seperti kemungkinan ligament yang robek maka harus segera dibawa ke RS atau fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, kita juga harus paham bahwa tidak seluruh kasus terkilir dapat ditangani dengan cara di urut atau di pijat. Salah-salah malah memperberat cederanya dan kemungkinan pulihnya menjadi semakin kecil. Cedera yang ringan bahkan dapat sembuh sendiri  tanpa dilakukan tindakan memijat atau mengurut. Cedera yang berat semakin parah jika diurut.Sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter apakah tentang bagaimana tahap lanjutan penanganan cedera ini setelah dilalukan pertolongan pertama dengan prinsip RICE tadi.

Semoga bermanfaat.

Image

About these ads

2 thoughts on “Ouuuchhh!! Terkilir….

  1. sip bg,, pemaparannya sesuai dengan yg dipaparkan dr. peni di simposium “emergency in daily life” minggu kmrn..
    untuk kompres : kompres dingin klu msh <24 jam dari kejadian,, tapi klu dah lewat 24 jam maka yg dipakai kompres hangat..

    *CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s