ANGIN DUDUK

ANGIN DUDUK 

by dr.Aulia Rahman

 

“Kena Angin Duduk”, ini istilah populer dimasyarakat yang berkaitan dengan sesuatu yang mengerikan, kematian. Saat sebuah kematian yang berlansung cepat – tak lebih dari 15-30 menit padahal sebelumnya kondisi seseorang baik-baik saja- sering dikatakan penyebab kematiannya adalah Angin Duduk. Apa sebenarnya Angin Duduk?

Asal muasal penggunaan istilah tidak begitu jelas. Angin Duduk hanya dideskripsikan oleh sebagian masyarakat sebagai penyakit yang menyerang tiba-tiba dengan keluhan paling sering adalah rasa yang sangat ‘berat’ didada dan dalam waktu singkat membuat penderita tidak sadarkan diri lalu berakhir dengan kematian. Karena istilah ‘angin’ ini,sering dibayangkan berupa ‘angin’ yang tiba-tiba masuk ke tubuh saat beristirahat dan membunuh orang tersebut dengan cepat.

Jika ditelusuri berdasarkan gejala-gejala yang muncul, istilah Angin Duduk ini sebenarnya adalah serangan Sindrom Koroner Akut dengan gejala utama yaitu nyeri dada tiba-tiba (angina pectoris) yang berlokasi di sekitar tulang dada atau dada kiri dan terasa seperti ditekan, ditindih benda berat, terbakar atau dipelintir yang juga dirasakan menjalar ke pundak, bahu kiri, lengan kiri atau terkadang terasa menjalar sampai ke rahang bawah. Biasanya disertai sulit bernapas, muntah, mual, keringat dingin dan rasa cemas yang teramat sangat. Kadang ada yang  diawali rasa tidak nyaman saja di dada lalu dengan cepat berkembang menjadi gejala seperti yang disebutkan diatas

Serangan penyakit ini berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah jantung yang disebut arteri koroner. Penyumbatan terjadi akibat lepasnya kepingan plak (thrombus) yang kemudian secara tiba-tiba menyumbat aliran darah arteri koroner yang memberi makan dan oksigen bagi otot jantung. Tanpa suplai makanan dan oksigen, otot jantung akan rusak (infark) dan tentunya tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyuplai darah yang mengandung oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh. Dalam kondisi yang sangat berat, kejadian ini dapat berlansung cepat antara 15-30 dan sangat mungkin berakhir dengan kematian.

Adanya plak, penyempitan pembuluh darah jantung lalu kemudian sumbatan ini dapat dikaitkan dengan beberapa factor resiko diantaranya usia dewasa sampai tua, obesitas atau kegemukan, merokok, penyakit gula, pola makan yang salah dan kurang berolahraga.

Bagaimana Mencegahnya?

Jika sudah terjadi, memang sulit untuk mendapatkan pertolongan maksimal. Dikarenakan serangan dari penyakit itu sendiri yang berlansung cepat, pasien yang tidak menyangka sebelumnya, lambat dibawa ke Rumah Sakit dan faktor masih kurang lengkapnya fasilitas Rumah Sakit –terutama di daerah- untuk penanganan kasus seperti ini. Hal ini meningkatkan resiko kematian pada orang yang mendapt serangan ‘Angin Duduk’ ini.

Namun kita berusaha untuk mencegahnya sedini mungkin. Mulai dari melakukan General Check Up untuk mengetahui status terbaru tentang kesehatan tubuh kita, rutin berolah raga, konsumsi dan pola makan yang sehat terutama yang rendah kolesterol, menghindari atau paling tidak mengontrol tingkat stress, hindari alkohol dan rokok dan menjaga ibadah dan kedekatan dengan Allah SWT. Ini dapat segera dilakukan.

Nah, sekarang kita mulai paham apa itu Angin Duduk. Sama sekali bukan Masuk Angin atau penyakit yang berkaitan dengan angin. Waspadai dan cegah mulai dari sekarang.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s